SUKA-DUKA MEMBUAT KARTUL (ZAYNA
MOSA KALILA, 8E)
SMP
Labschool Jakarta mewajibkan setiap siswa/i kelas 8-nya untuk menyusun karya
tulis ilmiah yang merupakan salah satu profil kelulusan. Dalam melakukan
sesuatu (apalagi dalam menyusun kartul yang merupakan proyek besar bagi siswa),
pasti ada kemudahan, ada juga kesulitannya. Ada lancarnya, ada juga kendalanya.
Dan ada suka, maupun dukanya.
Dalam
pengerjaannya, kita memang harus fokus karena waktu untuk mengerjakannya pun
juga terbatas (Juli-Desember, maksimal). Itupun banyak tugas, ulangan atau
ujian, serta materi dan urusan di dalam kelas yang harus diperhatikan di
sela-sela waktu yang sedikit kayak begini. Belum lagi, topik kartul pilihan
kita ini harus dipresentasikan di sidang
kartul bulan nanti (yang
kalau murid denger kata ‘sidang’ aja udah ngebayangin yang enggak-enggak), tapi
menurut saya sendiri sih itu gak terlalu menjadi beban.
Positifnya
membuat kartul kali ini adalah, kita pastinya bisa menambah pengetahuan yang
mungkin gak akan pernah diajarkan di dalam kelas (kalaupun ada yang diajarkan,
pasti cuma dasar-dasarnya aja). Dengan mengerjakan kartul, kita juga otomatis
tau, apa saja step-step dan yang diperlukan dalam penyusunannya.
Saya
menganggap proyek kartul itu versi lebih gampangnya dari skripsi. Jadi saat
kuliah nanti, kita gak bakal kaget-kagetan karena kita udah punya pengalaman
dalam menyusun versi kecilnya si skripsi itu (kartul), kesana-kemari minta
bantuan pembimbing, dan udah pernah berdiri di satu ruangan untuk mempresentasikan
hasil kerja (yang butuh paling banyak persiapan.. dan pedenya terutama :D).
Intinya,
masa-masa menyusun kartul ini dibikin enjoy aja, gak usah terlalu dipikirin
(nanti malah bikin stress). Dan saya ingin berterima kasih kepada orangtua,
teman-teman, dan guru-guru yang sejauh ini, sudah sangat membantu dalam
pengerjaan kartul. Semoga hasil kerjaan kartul kita (terutama sih kartul saya
:D) bisa sesuai harapan dan sukses.. Aamiin.